Beginilah Suasana Lebaran di Posko Pengungsi Gempa Lombok

362

“Allahu akbar allahu akbar allahu akbar…” begitulah seru warga Lombok yang menyerukan takbir di hari yang suci ini, Idul Adha.

Wajah Idul Adha di Lombok sangatlah berbeda dari Idul Adha sebelumnya. Dahulu, hari yang suci ini di isi dengan penuh suka cita, kini ekspresi itu meredup, bak lampu yang dipadamkan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat pengungsi gempa lombok, salahsatunya warga Desa Sesaid, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara untuk tetap menjalankan ibadah solat Idul Adha di Lapangan posko pengungsian.

“Meski harus rayakan idul adha di pengungsian, tapi alhamdulilah masih bisa merayakan bersama keluarga,” jelas Ibu Siti salah seorang warga yang kami temui saat melaksanakan solat Idul Adha di pengungsian.

Guna membantu warga dapat tetap menjalani ibadah sholat Idul Adha, PMI menyediakan air bersih untuk kebutuhan wudhu warga desa Sesaid.

“Sebanyak 10ribu liter air kami siapkan untuk wudhu warga di Lapangan posko utama di Dusun Pandei, Desa Sesaid, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.” Ujar Mirta, kordinator distribusi air bersih PMI.

Tak hanya berfokus di wilayah Lombok Utara, 10 tangki air PMI juga dimobilisasi kebeberapa titik pengungsian yang menyelenggarakan solat Idul Adha di wilayah Lombok Timur.

“Sejak kemarin, Tangki air PMI telah mendistribusikan air bersih ke Lombok Timur dan Lombok utara, agar pagi ini dapat digunakan untuk berwudhu,” jelasnya.

Selain itu, PMI juga berbagi kebahagian berkurban dengan warga Lombok dengan memberikan 9 ekor sapi untuk di kurbankan.

Kontributor : Atep Maulana