Kunjungi Lokasi Bencana di Palu, 10 Negara ASEAN Belajar Penanganan Bencana

170

Palu, Sulteng- Sekitar 10 perwakilan negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam anggota negara ASEAN belajar lapangan tentang penanggulangan bencana di lokasi bencana gempa tsunami dan Likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini digagas oleh AHA Centre bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ,Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

“Ini merupakan kegiatan yang ke-enam kalinya diselenggarakan bersama PMI untuk kembali belajar bersama, berbagi pengetahuan dan pengalaman, mengembangkan kapasitas para anggota yang tergabung dalam negara Asean terutama kaitannya tentang penanganan PMI dalam penanggulangan Bencana khususnya yang terjadi di Palu Sulawesi tengah,” Ungkap Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin.M.Hadi

(Para peserta melakukan pelatihan Management of Dead Bodies after Disasters bersama ICRC)

Menurut Arifin, sebelumnya hal serupa juga pernah dilakukan pada tahun sebelumnya dengan lokasi kegiatannya dilakukan di Jawa Tengah dan Aceh.

Dijelaskannya, Kegiatan ini di prakarsai oleh The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) Jakarta dengan tujuan untuk mengembangkan kapasitas para anggotanya melalui pembelajaran langsung di lapangan.

Sementara itu, Kepala Sub Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat, Ridwan S Carman menambahkan, dalam kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 10 perwakilan negara yang tergabung dalam ASEAN diantaranya Negara singapura, malaysia, laos, myanmar, brunai, vietnam, philipina, indonesia, Thailand, dan Cambodia.

(Kepala Sub Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat, Ridwan S Carman memberikan informasi terkait respon yang dilakukan PMI di Palu, Sulteng)

Hampir selama sepekan dari mulai tanggal 1- 7 september, para peserta melakukan pembelajaran lapangan dengan mengunjungi beberapa lokasi yang terdampak kejadian gempa bumi,tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi tengah.

“Selain itu para peserta juga melakukan kunjungan di Sekolah Dasar (SD) 02 Biromaru yang telah dibangun permamen oleh PMI serta mengunjungi camp pengungsian di jonooge,” kata Ridwan