Strategi dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Masyarakat di Lombok NTB

25

Lombok, NTB – Berbagai cara dilakukan dalam upaya program pemulihan di lokasi terdampak Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Salahsatunya yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggelar pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) berbasis masyarakat bagi para fasilitator perwakilan PMI kota dan kabupaten se-NTB.

“Pelatihan ini merupakan kegiatan kali kedua yang diadakan oleh PMI Provinsi NTB terkait Pengurangan Risiko Bencana berbasis masyarakat,” kata Panitia pelaksana PMI Provinsi NTB, Dwi Purnawati dalam Siaran Persnya

Menurutnya, kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan pada tanggal 8 hingga 15 September 2019 dengan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Federasi Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC).

Dalam pelatihan untuk fasilitator PRB ini diikuti oleh 25 orang peserta perwakilan dari empat kabupaten yang meliputi PMI Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah serta PMI Provinsi NTB.

Sementara, Koodinator Operasi IFRC untuk Lombok, Christie Samosir menambahkan sampai saat ini PMI bersama IFRC masih terus melakukan pelayanan dan pendampingan dalam operasi pemulihan pascagempa di Lombok.

Salah satunya dengan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam berbagai keahlian dan keterampilan dalam upaya mendukung berbagai sektor pelayanan.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini salah satunya untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam mendampingi dan mengelola program PRB di masyarakat selama masa pemulihan operasi bencana gempa Lombok,” tambahnya.

Diharapkan dengan adanya pelatihan fasilitator program pengurangan risiko bencana ini dapat mendukung proses pemulihan di masyarakat terdampak dan meningkatkan kapasitas masyarakat dengan kearifan lokal dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.

“Saat ini PMI terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah lokal dalam program PRB untuk memastikan keberlanjutan pengembangan kapasitas masyarakat di masa mendatang,” jelasnya.

Hadir dalam pelatihan ini sejumlah perwakilan peserta, perwakilan kepala markas,delegate IFRC, serta koodinator Lapangan fase pemulihan.