Satu tahun Gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng, Momentum Refleksi upaya Mitigasi

77

Palu(Sulteng) – Tanggal 28 September kemarin tepat satu tahun lalu gempa bermagnitudo 7,4 disertai tsunami dan likuefaksi yang melanda wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala dan parigi montong Sulawesi Tengah. Sudah memasuki satu tahun, Seiring waktu ini memontum yang tepat untuk melalukan refleksi bersama untuk mendorong proses mitigasi dan edukasi atas peristiwa duka tersebut.

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kilas balik satu tahun peristiwa bencana yang meluluntahkan sejumlah kota dan kabupaten di Sulteng seperti gempa, tsunami dan likuifaksi.

“Kilas balik bencana yang terjadi Palu, Sigi, Donggala,dan Parigi Mautong (Padagimo) sebagai refleksi bersama dan momentum untuk terus meningkatkan upaya kesiapsiagaan dalam upaya pengurangan risiko bencana,” kata Kepala Markas PMI Provinsi Sulawesi Tengah Syaiful Alam

Menurutnya, untuk memperingati kejadian bencana yang merenggut banyak nyawa dan ribuan warga harus kehilangan tempat tinggal tersebut pihaknya menyelenggarakan serangkaian acara seperti talk show yang bertemakan kilas balik  bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Padagimo)

Bertempat di Markas PMI Sulteng kegiatan ini dihadiri sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan, Disdikbud, Dinsos Sulteng, Direktur Unit Transfusi Darah PMI Sulteng, serta penggiat literasi yang ada di Kota Palu, serta tamu undangan dari delegasi Bulan Sabit Merah turki

(pembagian bingkisan kepada anak-anak Panti Asuhan yang berupa Paket School Kit untuk setiap orang anak)

Dalam talkshow tersebut membahas mengenai bagaimana upaya kesiapsiagaan dalam upaya pengurangan risiko bencana terlebih berada di zona Sesar Palu Karo yang menjadi selah satu sesar aktif didunia. Pada kesempatan ini juga hadir anak-anak dari empat panti asuhan yang berada di Kota Palu serta staf, relawan, serta pengurus di lingkup PMI Sulteng.

“Kami pun menggelar doa bersama untuk mengenang para arwah yang telah meninggal akibat kejadian bencana tersebut serta membagikan bantuan berupa bingkisan kepada anak-anak panti asuhan yang berupa paket school kit. Bantua tersebut untuk memberikan semangat kepada anak-anak yang juga merupakan korban bencana ini,” tambahnya.

Syaiful mengatakan dengan kejadian bencana setahun lalu dijadikan pembelajaran dalam rangka meningkatkan upaya mitigasi agar semua elemen lebih siap kedepannya dalam meningkatkan kewaspadaan apabila sewaktu-waktu bencana itu terjadi kembali.