Penjelasan US Embassy Fellowship Tentang Sistem Komunikasi Bencana di Sukabumi

223

Sukabumi – Mike McCoy dari US Embassy Fellowship program di indonesia memaparkan hasil kajiannya perihal sistem komunikasi saat darurat dan bencana di Sukabumi.

kegiatan ini untuk melihat pengurangan risiko bencana khususnya sistem komunikasi yang sudah ada. Namun ke depan  harus bisa kerja bersama antar sejumlah instansi terkait respon bersama.

Hal ini disampaikannya disela-sela ekpsose hasil kajian sistem komunikasi bencana di Hotel Anugrah Kota Sukabumi, Rabu (11/12).

(Poto : ekpsose hasil kajian sistem komunikasi bencana di Hotel Anugrah Kota Sukabumi)

Dalam Kesempatan ini mike menjelaskan perlunya untuk bekerjasama, termasuk dengan memaksimalkan keberadaan perusahaan telekmunikasi yang bisa bekerjasama terkait sistem komunikasi bencana. Harapannya rekomendasi sistem kebencanaan ini memperkuat daerah dalam menangani bencana.

Sementara itu, Project Manager Program Kesiapsiagaan Gempa Bumi dari Palang Merah Amerika (Amcross) Muchrizal Haris menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam mendukung program yang telah dilakukannya di kota sukabumi dalam upaya kesiapsiaagaan gempa bumi, dimana salahsatu yang lebih dikedepankan dalam hal ini adalah dalam aspek komunikasi dan penyadaran masyarakat tentang upaya kesiapsiagaan gempa bumi.

Sukabumi dipilih karena wilayahnya yang rentan gempa bumi berada dalam sesar aktip cimandiri dengan di fokuskan program ini lebih berbasis urban atau perkotaan,‘’ Intinya kesiapsiagaan bencana wilayah urban dan membantu lingkungan sekitar,’’cetus dia.

Rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah kata Haris, yakni saling sinergis atau kerjasama stakeholder dalam pengurangan risiko bencana. Sebabnya hal ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah dan PMI melainkan semua agar bisa mendukung wilayah tangguh bencana.