Dikepung Banjir, kisah Heroik seorang Relawan Selamatkan Balita di Bekasi

748
(Nasrul (35) relawan dari PMI kabupaten bekasi saat mengevakuasi seorang balita yang sempat terjebak banjir perumahan Papanmas di kampung Kobak Rt.07/17 mekarsari Kecamatan tambun Selatan kabupaten Bekasi)

Bekasi – Banjir kembali merendam wilayah disejumlah wilayah tidak terkecuali di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisinya semakin meluas ke sejumlah Kecamatan di Cikarang. Sebelumnya banjir hanya melanda Kecamatan Babelan, Tarumajaya dan Muaragembong.

Kini banjir meluas hingga Kecamatan Cikarang Utara, Cikarang Selatan serta Cikarang Pusat. Banjir di wilayah tersebut kini justru semakin tinggi.

Dibalik seringnya kejadian banjir tersebut, ada aksi heroik relawan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten bekasi yang bergerak cepat untuk membantu korban banjir, khususnya anak-anak yang terjebak air banjir.

(Nasrul (35) relawan dari PMI kabupaten bekasi saat mengevakuasi seorang balita yang sempat terjebak banjir perumahan Papanmas di kampung Kobak Rt.07/17 mekarsari Kecamatan tambun Selatan kabupaten Bekasi)

Nasrul (35) seorang relawan dari PMI kabupaten bekasi mengisahkan pada saat mengevakuasi seorang balita yang sempat terjebak banjir akibat banjir dengan ketinggian 2 meter mengepung perumahan Papanmas di kampung Kobak Rt.07/17 mekarsari Kecamatan tambun Selatan kabupaten Bekasi

Dirinya bersama sejumlah relawan PMI lainya menyisir sejumlah titik lokasi rumah rumah warga yang terendam akibat banjir.

Diceritakan nasrul, saat dia mendayung perahu karet di tengah banjir sedalam dada orang dewasa, tiba-tiba seorang warga berteriak ke arah nasrul

’’Bang itu tolong, ada balita terjebak di rumahnya. Di sana itu rumahnya,’’ ujar salahsatu warga tersebut kepada nasrul sambil menunjuk rumah yang dimaksud.

(Proses evakuasi darurat kepada balita yang sempat terjebak banjir,dan berhasil di evakuasi menggunakan perahu karet PMI)

Tanpa berpikir panjang, nasrul bersama sejumlah relawan lainnya bergegas menuju rumah yang berada padat dekat gang

Setelah perahu mendekat, terdengar samar-samar suara tangisan balita.

Tetapi, nasrul belum bisa memastikan dari arah mana suara bayi tersebut. Sebab, permukiman itu cukup padat.

Maka, tim PMI kemudian berupaya mendekat ke salah satu gang untuk mencari sumber suara tangisan balita tersebut.

(Selain menyelamatkan balita, nasrul bersama Tim relawan lainya meyelamatkan seorang ibu yang terjebak banjir)

Setelah bernang melewati gang tersebut, nasrul bersama sejumlah relawan lainnya berhasil menemukan sumber suara tangisan balita tersebut. Namun, untuk masuk sampai ke pintu rumah, tidaklah mudah. Berkali-kali dia sempat terseret arus.

Setelah berusaha lebih keras, nasrul dan rekannya bisa mendapatkan pegangan di jendela rumah sumber suara yang ada balitanya tersebut

Namun, kuatnya arus air mendorong tubuh nasrul sehingga hampir terbawa arus derasnya banjir

Setelah itu nasrul memeluk balita tersebut diiringi suara tangisan balita tersebut, sedangkan ibunya, berusaha tenang.

(Sejumlah Relawan PMI Kabupaten Bekasi melakukan upaya penyelamatn sejumlah warga yang terjebak banjir di wilayah Bekasi)

Jalannya proses evakuasi cukup menegangkan karena arus air cukup deras dan si balita terus menangis.

’’Anaknya nangis terus. Untungnya pas keluar dari gang lebih mudah. Saya ikutin arusnya, tetapi tetap menjaga keseimbangan perahu,’’ jelasnya.

Bagi Nasrul, pengalaman mengevakuasi bukannya hal yang baru, sebagai anggota relawan PMI dirinya harus siap ditugaskan kapan dan dimanapun lokasinya termasuk menghadapi kondisi evakuasi darurat seperti yang dia lakukannya saat ini

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Bekasi Ucu Surya Jingga mengatakan, dalam merespon banjir tersebut, pihaknya sudah menerjunkan sejumlah personil relawannya dengan kelengkapan keselamatan personil dan peralatan evakuasi baik perahu karet maupun meyiagakan armada ambulans untuk membantu proses evakuasi dan penanganan banjir di wilayahnya.

Selain itu, dalam proses penanganannya pihaknya juga selalu berkoodinasi dengan pihak pemerintah daerah baik dengan Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Dinas Sosial, maupun stakeholder terkait lainya