Membangun Ekonomi Pasca bencana Melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

65

Masih ingat dibenak kita Peristiwa 22 Desember 2018 silam atas peristiwa tsunami akibat erupsi/longsoran tanah Gunung Anak Krakatau (GAK) yang membawa duka mendalam bagi masyarakat khsusnya Kabupaten Pandeglang, khususnya di Desa Sumberjaya, Kertajaya dan Tunggaljaya.

Selain berdampak pada korban manusia dan hancurnya permukiman penduduk serta fasilitas umum lainnya. gelombang amukan tsunami juga menghancurkan sejumlah Tempat atau Sobong perebusan ikan teri yang menjadi penopang perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.

Saat ini warga masyarakat yang merupakan para penyintas mulai bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Salah satunya mendirikan sobong atau tempat perebusan ikan teri Terpadu Sumur Bangkit Sinar Harapan (SUMBANGSIH).

“Keberadaan Sobong Terpadu Sumbangsih itu digagas oleh temen-temen relawan dari PMI Kota cilegon yang pada waktu itu tengah melaksanakan aksi tanggap darurat bencana (TDB) di Kecamatan Sumur pada 25 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019,” ujar Kepala Sub Divisi Tanggap Darurat dan pemulihan PMI Pusat, Ridwan S. Carman

Dijelaskannya, awal dibentuknya sobong terpadu sumbangsih ini digerakan oleh Kepala Markas PMI Kota Cilegon Nurwata Wiguna bersama sejumlah relawan lainnya dan seluru partisipasi masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaannya waktu itu.

Menurut ridwan, Sobong Terpadu Sumbangsih tidak sekadar melaksanakan kegiatan usaha perebusan ikan teri yang berkelanjutan (Sustainable Livelihood), lebih dari itu keberadannya ini diharapkan dapat melaksanakan program terpadu bersama stakeholders terkait, baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi, insan pers, LSM dan masyarakat

“Sesuai konsep awal, Sobong Terpadu Sumbangsih harus bisa berkelanjutan (sustainable) dan dalam pelaksanaannya dibutuhkan manajemen dan sumber daya manusia yang handal untuk mengelola usaha rebusan ikan teri kering sehingga nantinya terus berkembang dan maju,” harapnya

Sampai saat ini, sambung ridwan, Sobong Terpadu Sumbangsih masih beroperasi dan tetap memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Berdasarkan laporan dari pengelola, sobong masih beroperasi. Bahkan, pengelola sudah membuat program-program pemberdsayaan masyarakat yang nantinya akan dilaksanakan secara mandiri oleh Sobong Terpadu Sumbangsih

Terpisah, Manajer Sobong Terpadu Sumbangsih, Nurwarta Wiguna mengatakan, dalam masa operasional tahun pertama ini keberadaan sobong ini terus berusaha bergeliat dengan mendorong partisipasi masyarakat dan dukungan semua pihak untuk terus kembali membangkitkan semangat ekonomi masyarakat paska pemulihan bencana tsunami waktu itu

Nurwata menceritakan, Berdasarkan hasil pendapatan ikan teri yang dijual baru bisa menutupi biaya operasional. Meski demikian, ada beberapa program yang sudah dirintis seperti pelayanan sosial dalam bentuk santunan untuk yatim dan dhuafa

Nurwarta meminta kepada PMI Banten maupun Pusat untuk terus mendukung keberadaan Sobong Terpadu Sumbangsih agar bisa melaksanakan program-program yang sudah ditetapkan oleh manajemen