World Clean up Day 2020, Relawan PMI Ajak Warga Pilah Sampah di Rumah

286

SUKABUMI – Tanggal 19 September 2019 diperingati sebagai hari bersih-bersih sedunia yang dikenal dengan sebutan World Cleanup day (WCD). World Cleanup Day adalah salah satu gerakan sosial terbesar di dunia yang menggerakkan masyarakat di beberapa negara untuk membersihkan planet bumi.

Faktanya, belum banyak yang tahu tentang gerakan bersih-bersih ini, terutama di Indonesia. Lima tahun belakangan, Indonesia mulai aktif bergabung dan berkontribusi dalam gerakan WCD, dan menarik sejumlah relawan untuk bergabung serta melakukan kegiatan bersih-bersih di beberapa daerah di Indonesia.

Berbagai cara dilakukan dalam rangka memperingatinya, seperti yang dilakukan oleh sejumlah personil Relawan PMI yang tergabung dalam Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) kelurahan Baros dengan mengajak masyarakat di lingkungannya untuk memilah sampah mulai dari rumah.

“Langkah ini merupakan cara tepat penanganan sampah, khususnya di perkotaan. terutama kaitanya dengan sampai bekas plastik,” ujar salahsatu relawan SIBAT Kelurahan Baros Kota Sukabumi Yasmi, Sabtu (19/9)

Hal senada juga diungkapkan Ai Haryanti Relawan SIBAT lainnya, dia menuturkan,  Aksi Pilah Sampah dari Rumah ini sangat relevan dengan kegiatan memperingati world clean up dengan kondisi wabah Pandemi Covid-19 saat ini.

Dikatakannya, sebagaimana diketahui, sampah menjadi masalah pelik di masyarakat perkotaan. Bersama sejumlah relawan SIBAT lainnya diri memulai aksi pemilihan sampah di depan rumahnya, dengan melakukan pemilihan berbagai sampah untuk dikumpulkan dan di daur ulang nantinya dan bisa bernilai ekonomis

Selain itu, melalui peringatan tahun ini, pihaknya berharap tidak hanya seremonial saja, tetapi peringatan WCD ini bisa memberikan kesadaran bersama terhadap masyarakat, bahwa sampah plastik dapat dikurangi serta untuk meningkatkan perilaku gotong royong demi lingkungan yang bersih.

“Jadi, harapannya Indonesia bisa bebas dari segala macam sampah plastik  yang berserakan. Masyarakat  juga diedukasi  untuk bergotong royong, itu yang kami tumbuhkan,”pungkasnya