PMI Jabar Gelar Musyawarah Kerja, Bahas Evaluasi dan Strategi Pelayanan PMI

50

Bandung, Jawa Barat- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Barat menggelar Kegiatan Musyawarah Kerja (Musker) yang dilaksanakan di Ballroom Grand Preanger Jalan Asia Afrika Bandung. Musyawarah kerja PMI dilaksanakan pada 27-28 Februari 2021 dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H.Uu Ruhzanul Ulum yang membuka acara tersebut sekaligus memberikan sambutan didepan para pengurus PMI Se- Jawa Barat yang hadir dalam acara tersebut

(Wakil Gubernur Jawa Barat H.Uu Ruhzanul Ulum saat membuka acara Musker PMI Jawa Barat sekaligus memberikan sambutan didepan para pengurus PMI Se- Jawa Barat yang hadir dalam acara tersebut)

Dalam sambutanya, Wakil Gubernur Jawa Barat, H.Uu Ruzhanul Ulum mengatakan mata pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) harus panjang memandang dan peka pendengaran, ketika ada kejadian bencana alam di Jawa Barat.

“Relawan PMI di semua kabupaten dan kota di Jabar telah berbuat paling depan. Pemerintah dan masyarakat tidak meragukan kiprah para relawan PMI. Apa yang dilakukan selama Covid-19 dengan penyemprotan desinfektan oleh PMI bersama pemerintah daerah, bagaimanapun telah cukup membantu pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Uu.

“Pemerintah provinsi, akan terus menunjang kegiatan kemanusiaan dan bersama-sama untuk menuju Jabar Juara,” ujar Uu

Dikatakan Uu, masyarakat Jabar sangat membutuhkan kesehatan, terutama selama masa pandemi virus Covid-19. “Para pengurus dan relawan Palang Merah Indonesia bersama pemerintah provinsi, telah melaksanakan kegiatan dan bereaksi cepat ketika terjadi bencana alam dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.

(Kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) yang dilaksanakan di Ballroom Grand Preanger Jalan Asia Afrika Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 27-28 Februari 2021 dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat)

UU menyampaikan, para relawan PMI dengan semangat dan penuh keikhlasan telah membuktikan berjibaku disaat terjadi bencana longsor di Cimanggung Kabupaten Sumedang yang mengakibatkan 40 orang meninggal.

Tidak saja relawan PMI, tapi juga bersama BPPD, TNI dan Polri yang bergerak cepat. Selain itu juga perlengkapan ambulance, mobil jenazah, penyediaan dapur umum yang semua kebutuhannya disediakan oleh pengurus PMI,” ucapnya.

Sementara itu Ketua PMI Provinsi Jabar, Irjen Pol (Purn) Drs.H.Adang Rochjana pada kesempatan pembukaan dan penutupan musyawarah kerja, menyampaikan terima kasih kepada para pengurus PMI di 27 kabupaten dan kota di Jabar.

“Mereka telah berbuat banyak untuk masyarakt ketika terjadi bencana maupun dalam kegiatan mencegah peyebaran virus Covid-19. Apa yang telah dilakukan para relawan dengan ikhlas, Allah akan mencatatnya sebagai amal ibadah,” ujar Adang.

(Ketua PMI Provinsi Jabar, Irjen Pol (Purn) Drs.H.Adang Rochjana saat membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan musyawarah kerja PMI Provinsi Jawa Barat)

Dikatakan Adang, para pengurus dan relawan PMI, telah dicukupi perlengkapan bahkan logistik untuk dapur umum, maupun makanan dan peralatan penyemprotan dan cairan desinfektan.

“Pengurus PMI Provinsi tidak akan membatasi permintaan kebutuhan di daerah, tiap hari Posko PMI Provinsi Jabar siap 24 jam,” kata Adang Rochjana.

Sementara itu, Ketua Panitia musyawarah kerja PMI Provinsi Jabar yang juga Sekretaris pengurus PMI Jabar, Kombes Pol (purn), Ruhada SE,M.Si pada musyawarah tersebut telah melaporkan berbagai program yang telah dilaksanakan terutama kegiatan para relawan sejak dimulainya pencegahan penyebaran virus Covid -19 pada Maret 2020 hingga Februari 2021.

(Ketua Panitia Musker PMI Jabar, yang juga Sekretaris pengurus PMI Jabar, Kombes Pol (purn), Ruhada SE,M.Si, melaporkan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh PMI Provinsi Jabar)

“Semua itu untuk kepentingan kemanusiaan dan didukung oleh semua jajaran pengurus dan suport ketua, serta dukungan para pengurus PMI se-Jawa Barat, baik dalam kegiatan penyempotan desinfektan melalui Gunner Blower dan kegiatan membantu berbagai bencana longsor, banjir dan bencana lainya,” kata Ruhada.

Sebelum musyawarah kerja PMI Jabar 2020 ditutup, dilakukan penandadtangan kesepakatan bersama oleh Ketua PMI Jabar dan 27 ketua PMI di Jabar yang intinya untuk bersama sama dan bertanggungjawab demi kelancaran tugas dan fungsi PMI di Jabar. Dalam rangka bakti kemanusiaan sesuai dengan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Musyawarah kerja sempat beberapakali diundur sejak yang rencana semula pada Desember 2020, karena situasi pandemi Covid 19, sehingga baru dilaksanakan 27-28 Februari 2021. Muker kali ini dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Semua panitia dan peserta para ketua PMI di 27 kabupaten dan kota di Jabar, sebelum masuk ruang rapat dilakukan rapid test yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Begitu juga ruang rapat sebelum dan sesudahnya disemprot desinfektan oleh para relawan PMI kota Bandung dan relawan Jabar.