Kesiapsiagaan Berbasis Masyarakat Untuk Investasi Ketangguhan Bangsa

25

JAKARTA – Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh pada tanggal 26 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Talkshow Webinar Hari Kesiapsiagaan Bencana dengan tema “Penguatan Kapasitas di Level Masyarakat Sebagai Investasi Ketangguhan Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis (15/4) di Graha BNPB.

Talkshow webinar kali ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021. Adapun narasumber yang bergabung di antaranya Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Dra. Eny Supartini, M.M., Ketua Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Catur Sudira, dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat,  Sumarsono.

“Maksud dari diadakannya HKB ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana. Sekaligus juga untuk  meningkatkan kapasistas dan membangun partisipasi semua pihak di dalam Pentahelix (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media),” kata Eny.

Menurut Eny, penting bagi kita untuk mengelola dengan baik program-program kesiapsiagaan bencana. Misalnya desa tangguh bencana, forum desa, edukasi tanggap darurat di level sekolah, dan kegiatan lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Hal ini dikarenakan masyarakat bukan lagi menjadi objek, akan tetapi sudah harus menjadi subjek atau pelaku dalam penanggulangan bencana.

“Masyarakat bukan lagi menjadi objek akan tetapi menjadi subjek atau pelaku dalam mempertahankan keutuhan bangsa,” ujar Eny.

Ditambah lagi sekarang pandemi COVID-19 masih berlangsung. Harus dipersiapkan sejak dini bagaimana masyarakat di daerah rawan bencana bisa tetap menjalankan protokol kesehatan meski di tengah bencana.

Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus Pusat PMI, Letjen (Purn) Sumarsono, dengan wilayah yang luas dan penduduk yang banyak di Tanah Air, kesiapsiagaan berbasis masyarakat menjadi penting. Edukasi siaga bencana di daerah rawan harus masif dilakukan.

“Selain itu, edukasi area dengan risiko bencana tinggi hingga jalur-jalur evakuasi yang harus dilalui masyarakat penting untuk disampikan,” jelas Sumarsono.

Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak masyarakat sigap menghadapi bencana. Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) merupakan salah satu jurus PMI meningkatkan kesiapsiagakan bencana masyarakat di desa dan kelurahan.

“Ini sebagai pasukan cadangan pak lurah atau kepala desa,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus Pusat PMI, Letjen (Purn) Sumarsono, dalam diskusi virtual, Kamis, 15 April 2021.

Sumarsono menyebut pemerintah bertanggung jawab terhadap penanganan dampak bencana Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Penanggulangan bencana berbasis ekonomi dan investasi juga penting untuk diimplementasikan. Semua kegiatan penanggulangan bencana yang dilakukan harus memiliki nilai ekonomi.

“Jadi mitigasi tidak hanya sekedar instruksi tetapi juga mengedukasi dan mengajak masyarakat yang nantinya akan bermanfaat dari nilai ekonomi. Hal itulah yang dinamakan investasi bagi bangsa,” ujar Sumarsono.

Catur juga menyampaikan terkait kegiatan HKB yang akan diadakan serempak diseluruh wilayah Indonesia.

“Saya kira upaya ini sudah tidak bisa diproses hanya dilakukan 1-3 tahun, tetapi membutuhkan proses yang tidak akan berakhir karena menyangkut masyarakat dalam menyikapi kebencanaan,” kata Catur.

Sesuai dengan arahan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo, seluruh komponen pentahelix harus berpartisipasi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021 dengan mengadakan simulasi kebencanaan, seperti serentak membunyikan kentongan, sirine dan lonceng, pada 26 April 2021 pukul 10.00 waktu daerah setempat.