PMI : SIBAT Jurus PMI Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Masyarakat

31

Jakarta- Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak masyarakat sigap menghadapi bencana. Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) merupakan salah satu jurus PMI meningkatkan kesiapsiagakan bencana masyarakat di desa dan kelurahan.

“Ini sebagai pasukan cadangan pak lurah atau kepala desa,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus Pusat PMI, Letjen (Purn) Sumarsono, dalam diskusi virtual, Kamis, 15 April 2021.

Sumarsono menyebut pemerintah bertanggung jawab terhadap penanganan dampak bencana. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Tapi saya ingatkan Indonesia sangat luas. Rakyat banyak, wilayah luas. Kalau tidak ada partisipasi masyarakat, (upaya pemerintah) tidak ada artinya,” papar dia.

Sumarsono menjelaskan anggota Sibat terdiri dari 20 hingga 30 orang di tiap wilayah. Anggota Sibat berasal dari berbagai profesi, seperti pedagang dan pengusaha yang terpanggil untuk mengantisipasi bencana.

PMI mendidik anggota Sibat ihwal kajian risiko, pemberdayaan kesiapsiagaan, hingga membuat jalur evakuasi. Semua itu dilakukan untuk membuat masyarakat setempat tangguh.

“Kalau masyarakat tangguh, minimal risiko korban bisa dikurangi dan bisa menyelamatkan diri tanpa menunggu orang lain,” tutur dia.